Karena aku yang menari untuk kesedihan hidupku
Karena aku yang beryanyi dalam teriakanku
Karena aku yang bergumam pada kepedihanku
Karena aku yang tersenyum untuk air mataku
Tapi lukaku kering dengan sendirinya
Namun sakitnya masih terasa hingga kini
Perban luka jiwaku masih terbalut dengan rapi
Kaena sayatan pisau tajam kembali datang untuk menembusnya
Aku hanyalah setetes air yang keruh
Yang hanya pada Mulah aku berteman baik
Aku hanya tinta kotor yang tak kau basuh
Yang hanya pada Tuhanlah aku akan berbalik
Aku yang masuk kedalam gelap
Tak ada yang menuntunku
Di dunia yang hanya sekejap
Aku sendiri dalam lelahku
Keluargaku hanyalah cambuk
Temanku hanya rotan
Aku salah
Tapi tak ada yang membenarkan
Aku kesal
Tak ada yang mempedulikan
Oh manusia dengan segala kesalahannya
Kini kutitipkan setumpuk sesalku hanya pada sang pengirim surat hati yang tak pernah tidur untuk menemaniku
Wajar jika ku jatuh kelubang yang sama Tuhan
Jika tak ada sekeping hati yang Engkau berikan untuk jiwaku yang terluka
Ya manusia dengan segala kesalahannya yang nyata
Karena ku rela asal ku tak berada di sana
Dengan teman memeluk duka
Dan melepaskan harapannya pada cermin tasrah
Dunia hanya kebohongan
Ya
Sebab Tuhan ada
Dan hanya Dialah yang kurasa saat ini begitu dekat
Para penuang susu kurbanpun kelelahan tanpa nikmatNya
Begitupunlah aku yang hatiku sangat kecil dan hanya dipenuhi oleh benih-benih dosa
Berilah aku sekeping hati untuk jiwaku yang terluka
Bukan hanya sekedar sepiring cinta manis yang kau suguhkan di duniaku Tuhan
Tapi juga berilah aku seteguk pengampunan
Kini setitik tinta pun tergores
Dan hatiku lebih terluka
Lebih merana
Dan aku letih mendustakan nikmatNya
Tuhan jika kau sanggup menggenggam Matahari
Genggamlah hatiku dan sinari
Aku lelah berdosa
Aku minta ampun
Karna sakitku cukup untuk menarikku ke dalam jurang yang dalam
Jikalah memang kuharus meminta maafku pada seluruh manusia
Bisakah kau hentikan mereka yang berbisik dengan muka yang masam sementara mulutnya berkata manis memaafkanku ?
Tuhan betapa cengengnya aku ini
Merengek padaMu sementara nuraniku masih berperang untuk diadem yang retak
Antara iblis
Dan malaikat
Tuhan
Jika kau sanggup mencipta berjuta galaksi seindah Andromeda
Bisakah kau ciptakan hatiku yang indah dengan pepohonan yang sejuk
Agar ketika ku kembali masuk ke dalam keramaian kota
Aku bisa singgah di hatiku untuk berteduh
Hanya dengan ampunanMu Tuhan
Aku merasa bahagia
Hanya dengan bersamaMu Tuhan
Aku merasa begitu memiliki seseorang yang dekat
Tidak keluargaku
Tidak temanku
Tidak kekasihku
Tidak pula cermin tasrah yang menjanjikan kebahagiaan yang semu
Berilah aku sekeping hati untuk jiwa yang terluka
Kepada sang pengirim surat hati yang tak pernah tidur untuk menemaniku






0 komentar:
Posting Komentar